kai
sudah tak sabar menunggu besok bertemu dengan gadis yang aku sayangi, ku ambil ponselku dan ku pandangi fotonya dan aku terlelap dengan mimpiku.
hari sudag pagi jam 6 pagi, aku bersiap-siap untuk pergi dengannya, setelah mandi aku makan bareng teman-teman, dan pergi ke ruang tv, aku mengambil ponselku dan mengirim pesan padanya
"nanti persiapan jam 9 pagi oke,aku akan menjemputmu!"kataku
dan aku berharap dia sudah bangun ku tunggu sudah 5 menit tak ada balesannya darinya aku mengirim pesan lagi
"hai!kau lama sekali membalas sms dari ku,kau masih tertidur?"tanyaku, mulai kesal karna sudah tak sabar ingin jalan dengannya, dan ada balasan masuk
"aku sudah bangun dan aku juga tak tau kalau ada pesan masuk dari mu,aku akan makan bareng ayah ku lalu kita pergi"katanya, aku agak lega karna sudah di balas pesanku, aku hanya menunggu jam setengah 9 saja karna jarak dormku dan rumahnya sekitar 30 menitan saja. sudah waktunya aku pergi dan berpamitan sama yang lain mereka tidak mencurigakanku karna mereka sudah tau kalau sedang jatuh cinta pada gadis pemilik cafe tersebut, aku jalan menuju parkiran dan mengambil mobil lalu pergi.
sampai di rumahnya aku memencet bell rumahnya tidak ada waktu 2 menit pintu sudah di buka dan ada seorang wanita tua yaitu bibinya yang membukanya
"selamat pagi bi!"katu ramah
"pagi nak! kau sedang mencari lina?"tanya bibi tersebut
"iya, dia ada di rumah?"tanyaku
"ada kok, sebentar bibi akan memanggilnya"katanya, bibi pergi meninggalkanku, aku bersender di samping pintu rumahnya, setelah itu bibi tersebut datang lagi dan menyuruhku untuk masuk ke rumahnya dahulu, aku berjalan dan ketika melihat lina dengan ayahnya aku sangat canggung dan wajah lina berubah menjadi canggung begitu.aku menatap wajah lina
"cantik sekali"batinku
dan lina memperkenalkanku pada ayahnya
"hah,i...iya ini teman lina ayah,kenalin kai"katanya mulai memperkenalkan diriku. keliatan sekali dia sedang gugup, dia berjalan keluar dan aku menundukkan badanku kepada ayahnya
aku menyetir mobilku dan di dalam mobil sudah hening tak ada yang berani berbicara, suasana menjadi canggung
"emh..kita mau kemana?"tanyanya melepas keheningan
"sungai han dan ke taman bunga yang indah"kataku menjawabnya
setelah sampai di sungai han aku dan lina berjalan ke tepi sungai han, dia menatapku diam-diam setelaha aku menatap balik padanya dia malah buang muka, dia mulai melakukan kebiasaannya yaitu memejamkan matanya entah karna apa mungkin sudah hobinya, aku memegang tangannya dan dia sepertinya terkejut dan langsung memandangiku dengan mata bulatnya
"kau suka memejamkan matamu lalu menikmati suasana?"tanyaku
"itu sudah menjadi hobiku"katanya singkat, mungkin dia kesal karna sudah menganggunya,
aku langsung memutarkan badannya ke arah ku dan kita saling menatap, ku pandangi dia lekat-lekat sepertinya di gugup
"kau cantik sekali,aku suka melihat wajahmu yang masih polos dan imut"kataku, mukanya mulai memerah sepertinya dia sedang gugup, dia langsung melepas pandanganku dan balik badan ke arah sungai han lagi, aku hanya tersenyum saja apa yang di lakukan oleh lina karna sikap dia seperti anak kecil,
"kita duduk disana yuk!"ajakku
aku berjalan dan dia mengikutiku dari belakang, aku duduk dan dia duduk di sampingku, aku merangkulnya dan kepalaku ku sandarkan ke kepalanya, aku menikmati indahnya bersama lina dan aku menanyakan hal tersebut
"apakah ini yang dinamakan cinta?"tanyaku
"maksudmu?"katanya polos dan aku suka dengan kepolosannya
"dasar anak polos"kataku sambil mengacak rambutnya
dia langsung menghempas tanganku dan merapihkan rambutnya
"aku suka melihat wajahmu seperti itu"kataku, karan wajahnya dia sangat imut sekali
dia gugup lagi.
"hari yang menyenangkan!"batinku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar